Berita

SMK Insan Medika Depok Ukir Prestasi Lewat Lomba Online Speech Competitions

DEPOK - SMK Insan Medika Depok mengukir prestasi lewat lomba Online Speech Competitions to Celebrate Our 75 Independence Day tingkat Jabodetabek. Lomba diselenggarakan Little Eagle Learning Center Depok pada 26-28 September 2020. Dalam lomba itu, SMK Insan Medika mengirimkan empat peserta. Keempat peserta tersebut, yakni Alya azizah, Herlina Insani, Esa Syfa Apriani dan Fasyha Benitha. 

Sebelum perlombaan dimulai, Mr Deto selaku guru pembimbing optimistis seluruh anak didiknya mampu keluar sebagai pemenang. Meski pada akhirnya lomba hanya memenangkan Alya Azizah. "Semuanya bagus-bagus sebenarnya, hanya keberuntungan belum jatuh pada mereka bertiga," ujarnya.

Deto menambahkan, ajang kompetisi ini pertama kali diikuti SMK Insan Medika. Prestasi yang sudah diraih tersebut diharapkan dapat memotivasi siswa-siswi yang saat ini di kelas X (Sepuluh). 

Persiapannya cukup singkat dan latihan anytime siswa dituntut memahami narasi dan tema, spelling, intonasi, suara yang menuntut power full, Gimmick etc. Proses shooting berulang-ulang yang memang sangat sulit pada konsep yang simple, mudah ternyata perlu take di ulang-ulang karena kesalahan dan lain-lain. 

Dukungan tenaga ahli mas Feri Usmawan selaku TMC (Tim Media Center) SMK Insan Medika beserta Ketua Yayasan Alhamdulillah berjalan lancar dan hasilnya secara teknis sangat memuaskan. Kolaborasi inilah yang mengantarkan kita bisa lebih percaya diri untuk maju terus.

"Saya hanya ingin siswa-siswi SMK Insan Medika berani tidak "jago kandang," mampu show up dan power full dalam kompetisi ini. Sehingga dengan bakat atau keahlian ini kelak bisa menjadi bekal nilai plus pada portofolionya dan juga karier siswa-siswa SMK Insan Medika khususnya di era industri 4.0," pungkas Deto Supartomo

Achmad Ruhyat selaku Kepala Sekolah menambahkan, siswa-siswi SMK Insan Medika sejak awal sudah dibekali keterampilan khusus bahasa Inggris dalam wadah English Club atau Ektrakurikuler Bahasa Asing yaitu Bahasa Inggris. Karena dengan bahasa inggris merupakan kunci menuju gerbang dunia Internasional. 

"Harapan saya kompetisi ini selalu diadakan tiap tahun apalagi di saat pandemi COVID-19 ini. Menuntut kita harus melek IT, kreatif dan paham online karena di saat ini trend pembelajaran daring maka "keterpaksaan dan keterbatasan," ungkapnya.

Kita mau tidak mau suka tidak suka harus membuat teknik video editing, teknik tata audio/suara, blue screen, opening, bumper dan closing etc. Yang menarik, enak ditonton dan bagus secara teknis karena ajang kompetensi ditampilkan secara online medsos Instagram penyelenggara. Selanjutnya juri memberikan penilaiannya ini hal baru, menarik serta pengalaman yang berharga. (AR)